Apa Saja Jenis Mesin Genset? Ini 7 Jenis yang Paling Banyak Dipakai di Sektor Industri

Umumnya, ada tujuh jenis mesin genset yang paling banyak dipakai di sektor industri dan bisa Anda temukan di pasaran, mulai dari genset diesel, genset silent, genset portable, hingga genset turbin.

Anda tidak bisa sembarangan memilih mesin genset karena setiap jenisnya dirancang untuk memenuhi fungsi spesifik dan penggunaan yang berbeda. 

Misalnya, genset portabel cocok untuk rumah tangga, sedangkan genset diesel ideal untuk penggunaan di pabrik atau rumah sakit.

Berikut tujuh jenis genset yang paling populer di pasaran dan digunakan di berbagai industri, beserta kelebihan dan kekurangannya.

Simak juga tips memilih mesin genset sesuai kebutuhan Anda, termasuk cara menghitung kebutuhan daya listrik Anda.

Apa Jenis Genset yang Paling Banyak Dipakai di Sektor Industri?

Mesin genset yang paling banyak dipakai di sektor Industri di antaranya adalah genset diesel, genset bensin, genset gas, genset gasoline, genset silent, genset portable, dan genset turbin.

Ketujuh jenis genset tersebut dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan daya listrik dengan karakteristik, ukuran, dan kapasitas yang berbeda-beda.

Lebih lengkapnya, baca lebih lanjut ulasan ketujuh jenis mesin genset tersebut untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

1) Genset Diesel

Genset diesel adalah salah satu jenis genset yang paling sering digunakan, terutama untuk kebutuhan jangka panjang dan aplikasi industri. 

Pada umumnya, mesin genset ini memiliki kapasitas dari 5kw (5000 watt) sampai 2MW (2.000.000 watt) dan memiliki silinder dari 2 silinder sampai 16 silinder.

Karena menggunakan bahan bakar diesel untuk menghasilkan tenaga, jenis genset ini dinilai lebih efisien dalam hal konsumsi bahan bakar dibandingkan dengan mesin genset berbahan bakar bensin.

Genset diesel juga dikenal karena daya tahannya yang lebih lama dan kemampuannya untuk menghasilkan daya listrik yang stabil dan kuat.

Daya yang dihasilkan jenis genset ini lebih besar, sehingga sering digunakan untuk keperluan seperti pembangkit listrik cadangan untuk pabrik, rumah sakit, atau gedung perkantoran.

Keunggulan Genset Diesel

  • Konsumsi bahan bakar lebih irit untuk beban besar dan penggunaan panjang
  • Umur mesin lebih panjang dan dirancang untuk kerja berat
  • Mampu menghasilkan daya besar dan stabil
  • Cocok untuk kebutuhan industri dan fasilitas vital seperti rumah sakit dan pabrik
  • Bahan bakar mudah diperoleh dan relatif aman untuk penyimpanan jangka panjang

Kekurangan Genset Diesel

  • Harga genset dan biaya instalasi lebih mahal
  • Suara mesin lebih bising
  • Ukuran dan bobot besar sehingga membutuhkan ruang khusus
  • Emisi gas buang lebih tinggi dibanding genset gas
  • Perawatan untuk kapasitas besar memerlukan teknisi berpengalaman

2) Genset Bensin

Genset jenis ini lebih ringan, lebih mudah digunakan, dan memiliki harga yang lebih terjangkau. 

Dibandingkan dengan genset diesel, genset bensin memiliki kapasitas lebih kecil, yaitu maksimal 10kw (10.000 watt). 

Oleh sebab itu, genset bensin lebih populer untuk penggunaan rumah tangga atau kegiatan luar ruang seperti camping atau event outdoor. 

Keunggulan Genset Bensin

  • Harga lebih terjangkau
  • Ukuran lebih kecil dan ringan, mudah dipindahkan
  • Pengoperasian dan perawatan relatif sederhana
  • Cocok untuk kebutuhan listrik ringan dan sementara
  • Spare part mudah ditemukan

Kekurangan Genset Bensin

  • Konsumsi bahan bakar lebih boros
  • Tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang
  • Umur mesin relatif lebih pendek dibanding genset diesel
  • Kapasitas daya terbatas, umumnya hingga sekitar 10 kW
  • Penyimpanan bahan bakar perlu perhatian karena bensin mudah menguap

3) Genset Gas (Gasoline or Natural Gas)

Genset berbahan bakar gas, baik itu gas alam atau gas LPG, semakin diminati karena lebih ramah lingkungan dan lebih hemat biaya operasional. 

Genset gas menawarkan pembakaran yang lebih bersih dibandingkan dengan genset diesel atau bensin, yang berarti lebih sedikit emisi polutan yang dihasilkan.

Selain itu, genset ini lebih tenang dalam pengoperasiannya dan lebih efisien untuk penggunaan jangka panjang, baik di rumah maupun di sektor komersial. 

Namun, kelemahannya yaitu harga yang lebih mahal, terutama jika Anda menggunakan genset gas alam atau CNG (Compressed Natural Gas).

Keunggulan Genset Gas

  • Emisi lebih rendah dan lebih ramah lingkungan
  • Suara mesin lebih halus dan lebih tenang
  • Biaya operasional bisa lebih hemat jika pasokan gas stabil
  • Pembakaran lebih bersih sehingga mesin lebih awet
  • Cocok untuk penggunaan rutin di rumah dan sektor komersial

Kekurangan Genset Gas

  • Harga unit dan biaya instalasi relatif lebih mahal
  • Bergantung pada ketersediaan jaringan gas atau tabung LPG
  • Kurang fleksibel untuk dipindahkan dibanding genset bensin
  • Sistem bahan bakar gas membutuhkan perawatan dan penyetelan khusus
  • Kapasitas daya maksimum umumnya di bawah genset diesel industri

4) Genset Silent

Genset silent, seperti namanya, dirancang meminimalisir suara selama pengoperasian. 

Mesin ini sering digunakan di area yang membutuhkan ketenangan, seperti kawasan pemukiman, rumah sakit, dan hotel.

Genset silent dilengkapi dengan pelindung (canopy) atau casing yang meredam suara.

Indikator genset silent yang bagus adalah yang mampu menurunkan tingkat kebisingan yang dihasilkan paling tidak dibawah 70 desibel untuk jarak tujuh meter dari genset.

Keunggulan Genset Silent

  • Tingkat kebisingan lebih rendah, cocok untuk area pemukiman, rumah sakit, dan hotel
  • Dilengkapi canopy atau casing peredam suara sekaligus pelindung mesin
  • Lebih nyaman digunakan untuk operasional malam hari
  • Tampilan lebih rapi dan aman karena mesin tertutup
  • Mengurangi gangguan terhadap lingkungan sekitar

Kekurangan Genset Silent

  • Harga lebih mahal dibanding genset tipe open dengan kapasitas sama
  • Sirkulasi udara lebih terbatas sehingga suhu mesin bisa lebih cepat naik
  • Perawatan sedikit lebih rumit karena harus membuka casing
  • Bobot lebih berat dan kurang fleksibel untuk dipindahkan
  • Jika kualitas peredam buruk, suara tetap bisa cukup mengganggu

5) Genset Portable

Genset portable dirancang untuk kemudahan mobilitas, sehingga mudah dipindahkan dan digunakan di berbagai tempat. 

Jenis genset ini sering digunakan untuk kebutuhan rumah tangga kecil atau untuk kegiatan luar ruangan seperti perkemahan, acara outdoor, atau pemakaian sementara di lokasi konstruksi. 

Meskipun kapasitasnya terbatas, genset portable sangat cocok untuk situasi darurat atau kebutuhan listrik sementara.

Keunggulan Genset Portable

  • Mudah dipindahkan dan praktis digunakan di berbagai lokasi
  • Ukuran ringkas dan tidak memerlukan instalasi khusus
  • Cocok untuk kebutuhan darurat dan pemakaian sementara
  • Harga relatif lebih terjangkau untuk kapasitas kecil
  • Ideal untuk kegiatan outdoor, UMKM, dan rumah tangga kecil

Kekurangan Genset Portable

  • Kapasitas daya terbatas dan tidak cocok untuk beban besar
  • Tidak dirancang untuk penggunaan nonstop dalam waktu lama
  • Tingkat kebisingan relatif tinggi pada beberapa model
  • Umur mesin lebih pendek jika sering dipakai berat
  • Perlindungan terhadap cuaca dan debu biasanya terbatas

6) Genset Hybrid

Genset hybrid menggabungkan dua atau lebih sumber energi untuk menghasilkan daya listrik. 

Biasanya, genset hybrid mengkombinasikan mesin diesel atau bensin dengan sumber daya terbarukan, seperti panel surya. 

Genset jenis ini menawarkan keuntungan dari segi efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi, serta dapat beroperasi lebih lama dengan biaya yang lebih rendah.

Jenis mesin seperti ini lebih pas untuk digunakan di daerah yang terpencil atau pada aplikasi yang membutuhkan kombinasi antara daya listrik terbarukan dan cadangan bahan bakar konvensional.

Keunggulan Genset Hybrid

  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat karena dibantu sumber energi terbarukan
  • Emisi lebih rendah dan lebih ramah lingkungan
  • Dapat beroperasi lebih lama dengan biaya operasional lebih rendah
  • Cocok untuk daerah terpencil yang sulit akses listrik PLN
  • Fleksibel karena memiliki cadangan dari mesin konvensional

Kekurangan Genset Hybrid

  • Harga awal dan biaya instalasi relatif tinggi
  • Sistem lebih kompleks sehingga perawatan membutuhkan teknisi khusus
  • Membutuhkan ruang tambahan untuk panel surya dan baterai
  • Penggantian baterai menambah biaya jangka panjang
  • Efisiensi bergantung pada kondisi cuaca untuk sistem berbasis surya

7) Genset Turbin

Genset turbin adalah jenis mesin genset yang menggunakan turbin gas atau turbin uap untuk menghasilkan tenaga listrik. 

Genset ini biasanya digunakan dalam skala besar (diatas 2 MW atau 2.000.000 watt) dan umumnya ditemukan di pembangkit listrik industri atau fasilitas yang membutuhkan daya sangat besar dan kontinu. 

Efisiensi yang tinggi dengan menghasilkan daya dalam jumlah besar dalam waktu singkat menjadi daya tarik mesin genset ini untuk sektor-sektor seperti pembangkit listrik, industri berat, dan sektor maritim. 

Output daya yang stabil dan kemampuan meskipun harus beroperasi dalam kondisi yang sangat berat. 

Keunggulan Genset Turbin

  • Mampu menghasilkan daya sangat besar dalam waktu singkat
  • Cocok untuk operasi kontinu dengan beban tinggi
  • Efisiensi tinggi pada skala industri besar
  • Output daya stabil untuk kebutuhan kritikal
  • Umur operasional panjang jika dirawat dengan baik

Kekurangan Genset Turbin

  • Investasi awal dan biaya operasional sangat tinggi
  • Ukuran besar dan membutuhkan instalasi khusus
  • Tidak cocok untuk skala kecil atau penggunaan darurat
  • Perawatan sangat kompleks dan memerlukan tenaga ahli
  • Konsumsi bahan bakar tetap besar meskipun efisiensinya tinggi

Berikut tabel perbandingan mesin genset, karakteristik, dan fungsi terbaik masing-masing:

tabel perbandingan mesin genset

Bagaimana Cara Memilih Mesin Genset Sesuai Kebutuhan?

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui kebutuhan daya listrik untuk memilih jenis mesin yang sesuai. Pertimbangkan juga daya tahan genset dan kemudahan perawatannya. 

Simak penjelasan lebih detail untuk setiap langkahnya berikut ini.

Ketahui Kebutuhan Daya Listrik Anda

Langkah pertama dalam memilih genset adalah menentukan berapa banyak daya listrik yang dibutuhkan. 

Untuk itu, Anda perlu menghitung total daya yang dibutuhkan oleh semua peralatan atau perangkat yang akan terhubung ke genset. 

Gunakan satuan watt untuk menentukan kebutuhan daya, dan pastikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti lonjakan daya (starting watt) untuk peralatan yang memerlukan daya lebih besar saat dinyalakan, seperti AC atau pompa air.

Berikut rumus yang bisa Anda gunakan untuk menghitung kebutuhan kapasitas genset.

Cara menghitung kebutuhan kapasitas genset

Contoh:

  • Total beban peralatan = 4.000 watt
  • Kapasitas genset minimum = 4.000 × 1,25 = 5.000 watt (5 kW)

Cara ini memastikan genset tidak hanya mampu menyalakan seluruh peralatan, tetapi juga tetap aman saat terjadi lonjakan daya di awal penggunaan.

Pilih Jenis Mesin Genset yang Sesuai

Untuk kebutuhan rumah tangga atau event kecil, genset bensin atau portable bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Namun, jika Anda memerlukan daya listrik yang besar untuk kebutuhan industri atau gedung komersial, genset diesel atau turbin mungkin lebih cocok karena kapasitasnya yang lebih besar dan kemampuannya untuk beroperasi dalam waktu lama. 

Untuk solusi ramah lingkungan, genset berbahan bakar gas atau hybrid bisa menjadi pilihan ideal, tergantung akses bahan bakar yang Anda miliki.

Ukuran dan portabilitas genset juga menjadi faktor penting, terutama jika Anda membutuhkan mobilitas. 

Sedangkan genset portable sangat cocok untuk kebutuhan rumah tangga atau kegiatan luar ruangan, karena mudah dibawa.

Singkatnya, berikut jenis mesin genset sesuai kebutuhan.

  • Genset Bensin → rumah tangga, UMKM, event kecil
  • Genset Portable → darurat, outdoor, lokasi berpindah
  • Genset Diesel → industri, gedung, proyek besar
  • Genset Gas → rumah & bangunan komersial
  • Genset Silent → area dengan kebisingan rendah
  • Genset Hybrid → daerah terpencil, hemat energi
  • Genset Turbin → pembangkit & industri berat

Pertimbangkan Umur dan Daya Tahan

Mesin genset yang sering digunakan atau yang digunakan dalam kondisi berat harus memiliki daya tahan tinggi. 

Genset diesel dan turbin, misalnya, terkenal dengan keandalan dan ketahanannya dalam jangka panjang, sehingga cocok untuk penggunaan industri atau skala besar. 

Pertimbangkan Kemudahan Perawatan

Beda jenis mesin beda pula cara perawatannya. 

Mesin genset yang mudah dalam hal perawatan akan lebih hemat biaya dan meminimalkan risiko kerusakan. 

Pastikan genset yang Anda pilih memiliki sistem perawatan yang mudah dijangkau dan dilengkapi dengan suku cadang yang tersedia secara luas. 

Selain itu, pilih genset yang memiliki durabilitas tinggi dan bisa diandalkan dalam jangka panjang untuk mengurangi frekuensi perawatan.

Umumnya, mesin genset membutuhkan perawatan sebagai berikut:

  • Periksa dan ganti oli mesin secara berkala
  • Bersihkan atau ganti filter udara dan filter bahan bakar
  • Cek level air radiator (untuk genset berpendingin air)
  • Panaskan genset secara rutin meskipun jarang digunakan
  • Periksa kondisi aki dan sistem kelistrikan
  • Pastikan tidak ada kebocoran bahan bakar atau oli
  • Jaga kebersihan mesin dari debu dan kotoran
  • Lakukan servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan

Pilih Mesin Genset Anda di Solusi Genset

Mengetahui tujuh jenis mesin genset yang paling banyak digunakan di industri membantu Anda memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan.

Pertimbangkan kapasitas, jenis bahan bakar, dan fitur tambahan untuk menemukan genset yang paling sesuai untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun kebutuhan bisnis. 

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya agar keputusan Anda lebih tepat dan efisien.

Di Solusi Genset, kami menawarkan berbagai pilihan genset berkualitas dengan kapasitas dan fitur yang beragam, semuanya untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. 

Dengan layanan konsultasi profesional, kami siap membantu Anda menemukan solusi genset terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

Mini FAQ Seputar Mesin Genset 

1. Berapa kapasitas genset yang ideal untuk industri kecil, sedang, dan besar?

Kapasitas genset sangat bergantung pada total beban listrik yang digunakan. Untuk industri kecil, biasanya cukup di kisaran 10–100 kVA. Industri menengah umumnya membutuhkan 100–500 kVA, sedangkan industri besar bisa memerlukan di atas 500 kVA hingga beberapa MW. Perhitungan tetap harus disesuaikan dengan jenis mesin dan beban puncak yang digunakan.

2. Mengapa genset harus selalu diberi cadangan daya?

Cadangan daya sekitar 20–30% diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan listrik saat mesin atau motor pertama kali dinyalakan. Selain itu, cadangan ini mencegah genset bekerja pada beban maksimal terus-menerus, sehingga mesin lebih awet, suhu tetap stabil, dan risiko overload dapat diminimalkan.

3. Lebih baik genset diesel atau bensin untuk pemakaian rutin?

Untuk pemakaian rutin dan beban besar, genset diesel lebih direkomendasikan karena lebih irit bahan bakar, lebih tahan lama, dan dirancang untuk operasi panjang. Genset bensin lebih cocok untuk pemakaian sesekali atau kebutuhan ringan karena biaya awal lebih murah, tetapi kurang efisien untuk penggunaan jangka panjang.

4. Bagaimana cara perawatan mesin genset setiap hari?

Perawatan harian meliputi pengecekan level oli, bahan bakar, dan air radiator, serta memastikan tidak ada kebocoran. Jika genset jarang digunakan, tetap disarankan untuk memanaskan mesin 10–15 menit setiap 1–2 minggu agar oli bersirkulasi, aki tetap terisi, dan komponen mesin tidak cepat aus.

5. Jenis genset apa yang paling hemat untuk industri sedang dan besar?

Untuk skala industri sedang hingga besar, genset diesel umumnya paling hemat secara keseluruhan karena konsumsi bahan bakar lebih efisien untuk beban tinggi dan umur mesin lebih panjang. Pada lokasi dengan akses gas stabil, genset gas atau hybrid juga bisa menjadi alternatif yang lebih hemat biaya operasional dan lebih ramah lingkungan dalam jangka panjang.

6. Apakah genset bisa digunakan terus-menerus 24 jam?

Bisa, terutama untuk genset diesel tipe industri yang memang dirancang untuk operasi nonstop. Namun, tetap diperlukan jadwal perawatan berkala, penggantian oli sesuai jam kerja, serta pemeriksaan sistem pendingin agar performa tetap optimal dan risiko kerusakan dapat dihindari.

Scroll to Top