Cara Memilih Genset Produksi Makanan untuk Dapur SPPG, UMKM, hingga Industri Besar

Genset untuk produksi makanan menjadi penunjang penting bagi dapur SPPG, UMKM, maupun industri besar untuk menjaga operasional tetap berjalan saat terjadi pemadaman listrik dan menghindari kerugian. 

Pasokan listrik yang stabil berperan penting untuk menjaga seluruh proses produksi tetap berjalan, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga pengemasan. Gangguan listrik dapat menghentikan operasional, merusak bahan makanan, dan mengganggu produktivitas.

Untuk mengurangi risiko tersebut, genset dapat menjadi solusi jangka panjang. Pelajari cara memilih genset produksi makanan yang sesuai untuk kebutuhan dapur SPPG, UMKM, maupun industri makanan berskala besar.

Mengapa Genset Produksi Makanan Sangat Penting?

Genset berfungsi sebagai sumber listrik cadangan yang menjaga peralatan listrik tetap  beroperasi secara berkesinambungan dan menjaga aktivitas produksi tetap berjalan hingga pasokan listrik utama kembali normal.

Beberapa alasan mengapa genset menjadi investasi penting untuk bisnis produksi makanan antara lain:

  • Menjaga agar proses produksi tetap berjalan saat listrik padam, sehingga target produksi tidak terganggu.
  • Mencegah kerusakan bahan baku yang membutuhkan pendinginan, seperti daging, susu, atau produk beku yang disimpan di chiller maupun freezer.
  • Melindungi mesin produksi dari mati mendadak yang berpotensi menyebabkan kerusakan komponen atau mengganggu proses produksi.
  • Menjaga kualitas produk dan memenuhi target distribusi, sehingga pesanan pelanggan tetap dapat dipenuhi tepat waktu meskipun terjadi gangguan listrik.

Pada pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Sumatera pada pertengahan 2026, sektor industri makanan adalah salah satu yang cukup terdampak, sebagaimana dijelaskan oleh pejabat setempat, dilansir dari Kontan.id

Makanan dan minuman serta fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) adalah fasilitas usaha yang paling terdampak. Gangguan listrik beberapa jam saja sudah dapat memengaruhi kualitas produk dan omzet harian.

Apa Saja Peralatan yang Perlu Didukung Genset Produksi Makanan?

Genset dapat mendukung peralatan produksi, sistem pendingin, dan peralatan pendukung lainnya. Mengidentifikasi seluruh peralatan penting adalah langkah pertama sebelum menentukan kapasitas genset. 

Semakin lengkap daftar peralatan yang dihitung, semakin akurat kapasitas genset yang dapat dipilih. Berikut beberapa kelompok peralatan yang umumnya membutuhkan dukungan listrik cadangan.

Peralatan produksi makanan yang butuh genset

Peralatan Produksi

Peralatan ini merupakan inti dari proses pengolahan makanan. Jika berhenti beroperasi, produksi akan langsung terhenti.

Beberapa peralatan yang umumnya membutuhkan pasokan listrik dari genset meliputi:

  • Mixer
  • Grinder
  • Oven listrik
  • Steamer
  • Fryer listrik
  • Mesin pengemas (packaging machine)

Sistem Pendingin

Sistem pendingin berfungsi menjaga kualitas dan keamanan bahan baku maupun produk jadi. Pemadaman listrik dalam waktu singkat dapat menyebabkan suhu penyimpanan naik dan meningkatkan risiko kerusakan bahan makanan.

Peralatan yang termasuk dalam kategori ini antara lain:

  • Cold room
  • Freezer
  • Chiller

Peralatan Pendukung

Selain mesin produksi, terdapat berbagai fasilitas pendukung yang juga perlu tetap menyala agar operasional berjalan dengan aman dan nyaman.

Contoh peralatan pendukung dalam industri produksi makanan meliputi:

  • Pencahayaan area produksi
  • Exhaust fan dan sistem ventilasi
  • HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning)
  • Pompa air
  • Sistem keamanan, alarm, dan CCTV

Cara Memilih Genset Produksi Makanan

Memilih genset dimulai dengan mengidentifikasi peralatan kritis dan non-kritis untuk menunjang produksi makanan, kemudian menghitung total kebutuhan daya, hingga mempertimbangkan lokasi genset.

Memilih genset untuk produksi makanan tidak cukup hanya dengan melihat kapasitas terbesar yang tersedia. Genset harus mampu menyuplai kebutuhan listrik secara stabil, efisien, dan sesuai dengan pola operasional bisnis. 

Berikut beberapa langkah yang dapat dijadikan acuan.

1. Hitung Total Kebutuhan Daya

Langkah pertama adalah menghitung total kebutuhan daya dari seluruh peralatan yang akan disuplai oleh genset. Perhitungan ini penting agar kapasitas genset tidak terlalu kecil maupun berlebihan.

Mulailah dengan membuat inventaris seluruh peralatan yang akan tetap digunakan saat listrik padam. Catat daya masing-masing peralatan, kemudian jumlahkan untuk mendapatkan running load atau total daya saat semua peralatan beroperasi.

Selain itu, jangan lupa memperhitungkan starting load, yaitu lonjakan daya yang dibutuhkan saat motor listrik pertama kali menyala. Peralatan seperti freezer, chiller, mixer, pompa air, dan exhaust fan umumnya memerlukan daya awal yang lebih besar.

2. Tentukan Kapasitas Genset dengan Cadangan Daya

Setelah mengetahui total kebutuhan daya, tambahkan safety margin sekitar 20–30% untuk mengantisipasi lonjakan beban dan penambahan peralatan di masa mendatang.

Cadangan daya ini juga membantu genset bekerja pada kisaran beban yang lebih ideal. Sebaliknya, genset yang terus-menerus beroperasi mendekati kapasitas maksimal cenderung lebih cepat mengalami keausan, konsumsi bahan bakarnya meningkat, dan umur pakainya menjadi lebih pendek.

3. Pilih Jenis Genset Sesuai Durasi Penggunaan

Selain kapasitas, Anda juga perlu memilih rating genset berdasarkan seberapa sering genset akan digunakan. Secara umum, jenis genset terbagi menjadi standby power, prime power, dan continuous power.

jenis genset berdasarkan power
  • Standby Power cocok sebagai sumber listrik cadangan saat terjadi pemadaman sesekali. Jenis ini umum digunakan pada dapur SPPG, UMKM, maupun fasilitas produksi yang masih mengandalkan listrik PLN sebagai sumber utama.
  • Prime Power dirancang untuk penggunaan lebih lama dan dapat menjadi sumber listrik utama pada lokasi yang belum memiliki pasokan listrik stabil atau sering mengalami pemadaman.
  • Continuous Power digunakan untuk operasional tanpa henti dengan beban yang relatif konstan. Rating ini umumnya diterapkan pada fasilitas industri tertentu yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus.

Memilih rating yang sesuai akan membantu memastikan genset bekerja secara optimal sekaligus menghindari biaya operasional dan perawatan yang tidak perlu.

4. Pilih Bahan Bakar yang Sesuai

Jenis bahan bakar memengaruhi efisiensi operasional, biaya penggunaan, hingga kebutuhan perawatan genset. Genset diesel dan genset bensin menjadi pilihan umum yang banyak digunakan untuk produksi makanan.

Berikut beberapa pilihan yang umum digunakan.

  • Genset diesel: Pilihan paling populer untuk produksi makanan karena memiliki efisiensi bahan bakar yang baik, mampu bekerja dalam durasi panjang, dan tersedia dalam berbagai kapasitas.
  • Genset gas menawarkan emisi yang lebih rendah dan suara operasional yang lebih halus. Namun, penggunaannya bergantung pada ketersediaan pasokan gas di lokasi.
  • Genset bensin umumnya digunakan untuk kebutuhan daya yang relatif kecil atau sebagai cadangan sementara pada usaha berskala kecil.

Saat memilih bahan bakar genset, sebaiknya pertimbangkan beberapa aspek berikut:

FaktorHal yang Perlu Dipertimbangkan
EfisiensiKonsumsi bahan bakar selama operasional.
Biaya operasionalPengeluaran bahan bakar dan biaya penggunaan jangka panjang.
Ketersediaan bahan bakarKemudahan memperoleh pasokan di lokasi usaha.
PerawatanKemudahan servis dan ketersediaan suku cadang.

5. Pertimbangkan Lokasi Pemasangan

Lokasi pemasangan genset turut memengaruhi keamanan, performa, dan kemudahan perawatan. Penempatan yang kurang tepat dapat menyebabkan genset cepat panas, menghasilkan kebisingan berlebih, atau menyulitkan proses servis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Indoor atau outdoor, disesuaikan dengan ketersediaan ruang dan jenis canopy genset.
  • Ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara tetap lancar dan suhu mesin terjaga.
  • Peredam suara, terutama jika lokasi produksi berada dekat area perkantoran atau permukiman.
  • Akses servis memungkinkan pemeriksaan dan perawatan berkala dilakukan dengan mudah.
  • Keamanan lokasi, termasuk perlindungan dari banjir, hujan, dan akses oleh pihak yang tidak berkepentingan.

6. Gunakan ATS dan AMF Bila Diperlukan

Untuk produksi makanan yang tidak boleh berhenti, penggunaan Automatic Transfer Switch (ATS) dan Automatic Mains Failure (AMF) sangat disarankan.

Saat terjadi pemadaman listrik, sistem AMF akan mendeteksi gangguan dan menghidupkan genset secara otomatis. Selanjutnya, ATS akan memindahkan sumber listrik dari PLN ke genset tanpa perlu pengoperasian manual. 

Ketika pasokan listrik utama kembali normal, sistem akan mengembalikan beban ke PLN dan mematikan genset secara otomatis. 

Sistem otomatis ini membantu meminimalkan waktu henti (downtime) sehingga peralatan produksi, sistem pendingin, maupun proses pengemasan dapat terus berjalan tanpa gangguan yang berarti. 

Hal ini sangat penting bagi dapur SPPG, fasilitas cold storage, maupun industri makanan yang mengutamakan kontinuitas operasional.

Rekomendasi Kapasitas Genset Berdasarkan Skala Produksi

Kebutuhan kapasitas genset dapat berbeda pada setiap usaha produksi makanan. Faktor seperti jumlah mesin, jenis peralatan, durasi operasional, hingga sistem pendingin yang digunakan akan memengaruhi besarnya daya yang dibutuhkan.

Berikut kisaran kapasitas genset yang umum digunakan berdasarkan skala produksi. Angka ini dapat menjadi referensi sebelum melakukan perhitungan kebutuhan daya secara lebih rinci.

Skala ProduksiKisaran Kapasitas
UMKM makanan5–20 kVA
Dapur SPPG20–100 kVA (tergantung jumlah peralatan)
Pabrik makanan skala menengah100–500 kVA
Industri besar>500 kVA

Kisaran di atas hanya bersifat umum. Kapasitas genset yang tepat harus ditentukan berdasarkan hasil perhitungan total beban listrik (running load dan starting load), serta mempertimbangkan cadangan daya sekitar 20–30%. 

Untuk dapur MBG, kebutuhan kapasitas dapat bervariasi tergantung pada jumlah dan jenis peralatan yang digunakan.

Tips Memilih Distributor Genset untuk Produksi Makanan

Memilih genset tidak hanya bergantung pada merek atau kapasitasnya, tetapi juga pada distributor genset. Distributor berpengalaman memastikan genset yang dipilih sesuai dengan kebutuhan operasional serta memberikan dukungan setelah pembelian.

Saat memilih distributor genset untuk produksi makanan, pastikan mereka menyediakan layanan berikut:

  • Konsultasi perhitungan kapasitas agar genset yang dipilih sesuai dengan total kebutuhan daya dan rencana pengembangan usaha.
  • Tersedia berbagai pilihan merek dan kapasitas genset sehingga Anda dapat menyesuaikan spesifikasi dengan anggaran dan kebutuhan operasional.
  • Layanan instalasi dan commissioning untuk memastikan genset dipasang dengan benar dan siap digunakan secara optimal.
  • Penyediaan panel ATS/AMF, khususnya bagi fasilitas produksi yang membutuhkan perpindahan sumber listrik secara otomatis saat terjadi pemadaman.
  • Layanan servis berkala dan ketersediaan suku cadang membuat perawatan lebih mudah dilakukan dan risiko downtime dapat diminimalkan.

Kesimpulan: Pilih Genset Produksi Makanan dan Distributor yang Tepat 

Memilih genset produksi makanan harus memastikan spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan operasional. Perhitungan daya, pemilihan jenis genset, bahan bakar, serta penggunaan sistem ATS dan AMF menjaga proses produksi tetap berjalan meskipun terjadi pemadaman listrik.

Selain itu, pastikan Anda membeli genset dari distributor yang berpengalaman dan menyediakan layanan yang lengkap, mulai dari konsultasi, instalasi, hingga servis berkala agar genset menjadi investasi jangka panjang. 

SolusiGenset.id menyediakan berbagai pilihan genset dari beragam merek dan kapasitas. Tim berpengalaman kami akan membantu Anda berkonsultasi mengenai kebutuhan daya, pengadaan genset, instalasi, hingga layanan servis dan penyediaan suku cadang untuk mendukung operasional bisnis. 

FAQs Tentang Genset Produksi Makanan

Apakah dapur SPPG memerlukan genset?

Ya. Dapur SPPG umumnya menggunakan berbagai peralatan listrik seperti oven, steamer, freezer, chiller, dan mesin pengemasan. Genset membantu menjaga proses produksi tetap berjalan ketika terjadi pemadaman listrik.

Apa jenis genset yang paling cocok untuk industri makanan?

Genset diesel menjadi pilihan yang paling umum karena efisien, mampu beroperasi dalam waktu lama, dan tersedia dalam berbagai kapasitas. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan daya, durasi penggunaan, dan kondisi operasional masing-masing fasilitas.

Apakah ATS dan AMF wajib digunakan?

Tidak selalu. Namun, ATS dan AMF sangat direkomendasikan untuk fasilitas produksi yang tidak boleh mengalami downtime karena kedua sistem tersebut dapat menyalakan genset dan memindahkan sumber listrik secara otomatis..

Merek genset apa yang direkomendasikan untuk produksi makanan?

Beberapa merek genset yang banyak digunakan untuk kebutuhan produksi makanan adalah Perkins dan Cummins. Keduanya menawarkan performa tinggi, keandalan untuk operasional jangka panjang, serta ketersediaan dalam berbagai kapasitas yang cocok untuk UMKM hingga industri besar. 

Apakah genset perlu diservis secara berkala meskipun jarang digunakan?

Ya. Genset tetap memerlukan perawatan rutin meskipun jarang digunakan agar selalu siap beroperasi saat terjadi pemadaman listrik. Perawatan meliputi pemeriksaan oli, filter, coolant, aki, kondisi bahan bakar, serta uji coba pengoperasian secara berkala.

Scroll to Top