Berapa Kapasitas Genset yang Dibutuhkan untuk Pusat Produksi MBG?

Pusat produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat dianjurkan untuk memiliki genset standby untuk mengantisipasi pemadaman listrik. Namun, bagaimana cara menentukan kapasitas genset yang tepat untuk kebutuhan dapur MBG?

Secara umum, kapasitas genset untuk dapur MBG bervariasi tergantung pada tingkat kebutuhan. Kendati demikian, juknis SPPG yang dirilis BGN menganjurkan penggunaan genset berkapasitas minimal 30 kVA.

Kapasitas tersebut bisa bertambah untuk kebutuhan yang lebih tinggi. Berikut cara menentukan kapasitas genset untuk pusat produksi MBG.

Mengapa Pusat Produksi MBG Membutuhkan Genset?

Ada beberapa alasan pusat produksi MBG membutuhkan genset, salah satunya yaitu sebagai cadangan pasokan listrik yang stabil untuk mendukung seluruh aktivitas di pusat produksi MBG, mulai dari penyimpanan bahan baku, proses memasak, hingga kegiatan administrasi.

Selain itu, mesin genset juga membantu operasional pusat produksi MBG dengan cara:

  • Menjaga cold storage, freezer, dan chiller tetap beroperasi saat terjadi pemadaman listrik.
  • Mencegah kerusakan atau penurunan kualitas bahan makanan akibat terganggunya sistem pendingin.
  • Memastikan proses memasak dan produksi makanan tetap berjalan sesuai jadwal.
  • Menjaga pasokan air tetap tersedia melalui pompa air yang membutuhkan listrik.
  • Mendukung operasional sistem ventilasi dan exhaust fan untuk menjaga kenyamanan area produksi.
  • Memastikan penerangan tetap tersedia sehingga aktivitas kerja dapat berlangsung dengan aman.
  • Mengurangi risiko keterlambatan distribusi makanan akibat terhentinya proses produksi.
  • Membantu menjaga kontinuitas layanan dan produktivitas pusat produksi MBG.

Peralatan yang Memengaruhi Kebutuhan Kapasitas Genset

Sebelum menentukan kapasitas genset dapur MBG, langkah pertama adalah mengidentifikasi seluruh peralatan yang harus beroperasi saat terjadi pemadaman listrik. Semakin besar total daya yang digunakan, semakin besar pula kapasitas genset yang diperlukan.

Beberapa peralatan yang umumnya menjadi beban listrik utama di pusat produksi MBG adalah:

  • Cold storage dan freezer untuk menjaga bahan baku tetap segar dan aman digunakan.
  • Chiller berfungsi menyimpan bahan makanan pada suhu tertentu sebelum diolah.
  • Rice cooker dan peralatan memasak listrik digunakan dalam proses produksi makanan sehari-hari.
  • Pompa air dan exhaust fan untuk mendukung kebutuhan air bersih serta menjaga sirkulasi udara di area produksi.
  • Lampu dan perangkat administrasi seperti komputer, printer, serta perangkat pendukung operasional lainnya.

Selain memperhitungkan daya masing-masing peralatan, perlu diperhatikan juga adanya beban awal (starting load) pada beberapa perangkat bermotor seperti freezer, chiller, dan pompa air. Faktor ini akan memengaruhi kapasitas genset yang direkomendasikan agar mampu bekerja secara optimal saat terjadi perpindahan sumber listrik.

Cara Menghitung Kapasitas Genset untuk Pusat Produksi MBG

Menentukan kapasitas genset tidak bisa dilakukan dengan perkiraan semata. Kapasitas yang terlalu kecil berisiko menyebabkan overload, sedangkan kapasitas yang terlalu besar dapat membuat penggunaan bahan bakar menjadi kurang efisien. 

Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk menghitung kebutuhan kapasitas genset pada pusat produksi MBG.

Langkah #1. Mendata Seluruh Beban Listrik

Langkah pertama adalah membuat daftar seluruh peralatan yang akan menggunakan pasokan listrik dari genset. Data yang perlu dicatat meliputi jenis peralatan, jumlah unit, dan daya listrik masing-masing perangkat yang biasanya tercantum pada nameplate atau spesifikasi produk.

Langkah #2. Menjumlahkan Total Daya

Setelah seluruh peralatan terdata, jumlahkan seluruh kebutuhan daya yang akan digunakan secara bersamaan. Hasil perhitungan ini akan menjadi dasar dalam menentukan kapasitas genset yang dibutuhkan.

Langkah #3. Memperhitungkan Daya Start Motor

Beberapa peralatan seperti freezer, chiller, pompa air, dan exhaust fan menggunakan motor listrik yang membutuhkan daya awal (starting current) lebih besar daripada daya operasional normal. 

Faktor ini perlu diperhitungkan agar genset mampu menyalakan seluruh peralatan tanpa mengalami penurunan performa. 

Langkah #4. Menambahkan Cadangan Kapasitas 20–30%

Setelah mendapatkan total kebutuhan daya, tambahkan cadangan kapasitas sekitar 20–30%. Cadangan ini berguna untuk mengantisipasi lonjakan beban listrik, penambahan peralatan di masa depan, serta menjaga genset tetap bekerja pada kondisi yang optimal dan efisien.

Rekomendasi Kapasitas Genset untuk Pusat Produksi MBG

Kapasitas genset untuk pusat produksi MBG bisa ditentukan berdasarkan skala dapur. Misalnya, dapur skala kecil bisa menggunakan genset kapasitas 30–50 kVA, sedangkan dapur skala menengah bisa menggunakan genset kapasitas 60–100 kVA.

Perlu diingat bahwa angka tersebut hanya bersifat umum. Kapasitas aktual dapat berbeda tergantung pada jumlah peralatan, jam operasional, serta kebutuhan listrik yang digunakan secara bersamaan.

Kapasitas Genset untuk Dapur MBG Skala Kecil

Genset berkapasitas 30–50 kVA dan genset portable umumnya cocok untuk pusat produksi MBG dengan jumlah peralatan yang relatif terbatas. Kapasitas ini biasanya cukup untuk mendukung operasional freezer, chiller kecil, penerangan, pompa air, dan beberapa peralatan memasak listrik.

Kapasitas Genset untuk Dapur MBG Skala Menengah

Untuk pusat produksi MBG dengan volume produksi yang lebih besar, genset 60–100 kVA dapat menjadi pilihan yang ideal. Kapasitas ini mampu mengakomodasi beberapa unit pendingin, peralatan memasak berkapasitas besar, serta kebutuhan operasional harian lainnya.

Kapasitas Genset untuk Dapur MBG dengan Banyak Peralatan Pendingin

Pusat produksi MBG yang memiliki banyak cold storage, freezer, chiller, dan peralatan listrik berdaya besar biasanya membutuhkan genset 100 kVA atau lebih. Selain mendukung kebutuhan operasional, kapasitas ini juga memberikan ruang untuk penambahan beban di masa mendatang.

Berikut gambaran umum rekomendasi kapasitas genset berdasarkan skala pusat produksi MBG:

Skala Pusat Produksi MBGKapasitas Genset yang DirekomendasikanContoh Penggunaan
Skala kecil30–50 kVADapur MBG dengan peralatan dasar, freezer, pompa air, dan penerangan
Skala menengah60–100 kVADapur MBG dengan beberapa unit pendingin dan peralatan memasak berkapasitas besar
Skala besar>100 kVAFasilitas dengan banyak cold storage, chiller, freezer, dan beban listrik tinggi

Untuk mendapatkan kapasitas yang paling sesuai, sebaiknya lakukan perhitungan beban listrik secara menyeluruh atau konsultasikan dengan penyedia genset yang berpengalaman. Tujuannya agar genset dapat bekerja secara optimal tanpa kekurangan maupun kelebihan kapasitas.

Tips Memilih Genset untuk Pusat Produksi MBG

Memilih genset untuk pusat produksi MBG harus mempertimbangkan faktor keandalan, efisiensi operasional, serta kemudahan perawatan. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda memilih genset untuk pusat produksi MBG.

Pilih Genset Diesel

Genset diesel menjadi pilihan yang paling umum digunakan untuk kebutuhan komersial dan industri karena tangguh, efisien, serta mampu beroperasi dalam durasi yang panjang. Genset diesel juga tersedia dalam berbagai pilihan kapasitas sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pusat produksi MBG.

Sisakan Kapasitas untuk Ekspansi

Hindari memilih genset yang kapasitasnya terlalu mepet dengan kebutuhan daya saat ini. Sediakan cadangan kapasitas untuk mengantisipasi penambahan peralatan di masa mendatang, seperti cold storage tambahan, freezer baru, atau peningkatan kapasitas produksi.

Gunakan Panel ATS untuk Perpindahan Otomatis

Panel Automatic Transfer Switch atau panel ATS memungkinkan perpindahan sumber listrik dari PLN ke genset secara otomatis saat terjadi pemadaman. Pusat produksi MBG bisa tetap berjalan tanpa menyalakan genset secara manual, sehingga risiko gangguan pada peralatan pendingin dan proses produksi dapat diminimalkan.

Pilih Distributor yang Menyediakan Layanan Purna Jual

Layanan purna jual merupakan faktor penting yang sering kali terabaikan saat membeli genset. Pilih distributor genset yang menyediakan dukungan teknis, ketersediaan suku cadang, layanan servis, serta bantuan instalasi.

Kesimpulan: Jangan Salah Langkah Memilih Genset untuk Pusat Produksi MBG

Secara umum, kebutuhan kapasitas genset untuk pusat produksi MBG berada di kisaran 30–100 kVA, tergantung pada jumlah peralatan dan skala produksi yang dijalankan.

Dengan melakukan perhitungan beban listrik secara tepat dan memilih genset yang sesuai, Anda dapat memastikan proses produksi, penyimpanan bahan makanan, hingga distribusi tetap berjalan dengan lancar.

Jika masih ragu menentukan kapasitas yang dibutuhkan, konsultasikan kebutuhan Anda bersama SolusiGenset.id sebagai distributor genset terpercaya untuk mendapatkan solusi yang tepat dan efisien. 

FAQs Seputar Kapasitas Genset untuk Pusat Produksi MBG

1. Berapa kapasitas genset yang umum digunakan untuk pusat produksi MBG?

Sebagian besar pusat produksi MBG menggunakan genset berkapasitas 30–100 kVA. Namun, kebutuhan aktual dapat berbeda tergantung jumlah peralatan listrik dan kapasitas produksi yang dijalankan.

2. Apakah genset 30 kVA cukup untuk dapur MBG?

Genset 30 kVA dapat digunakan untuk pusat produksi MBG skala kecil dengan jumlah peralatan yang terbatas. Sebaiknya lakukan perhitungan beban listrik terlebih dahulu untuk memastikan kapasitas tersebut mencukupi.

3. Mengapa kapasitas genset perlu diberi cadangan 20–30%?

Cadangan kapasitas diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan beban listrik, daya start peralatan bermotor, serta kemungkinan penambahan peralatan di masa mendatang.

4. Jenis genset apa yang cocok untuk pusat produksi MBG?

Genset diesel umumnya menjadi pilihan utama karena lebih tangguh, efisien, dan mampu beroperasi dalam waktu lama dibandingkan jenis genset lainnya.

5. Apakah pusat produksi MBG perlu menggunakan panel ATS?

Ya. Panel ATS membantu memindahkan sumber listrik dari PLN ke genset secara otomatis saat terjadi pemadaman, sehingga operasional dan peralatan pendingin tetap dapat berjalan tanpa gangguan.

Scroll to Top